jalan alam
teringat waktu lalu
saat aku masih dipangkumu
dekapmu hangat bagai surya
senyumu indah bagai purnama
kini aku tegak terpaksa berdiri
menantang kehendak alam yang tak kunjung terhenti
menapak rimba kota yang keras lagi bengis
dengan segala rapuh lagi keruh
aku kini berburu waktu
menantang kehendak alam
melawan dahaga rasa
menahan gejolak raga
meski dalam teduh
aku tak akan rapuh
dalam gelap
aku tetap menatap
kicau hati tak akan terhenti
meski mati menjadi pasti
raga bukan batasan
selagi hati bebas tanpa ikatan
kini kembali untuk teringat
nasihat bapak sebelum aku pergi
hadapi meski penuh duri
tahan meski mampu untuk melawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar