Rabu, 29 April 2015

jalan alam

jalan alam

teringat waktu lalu
saat aku masih dipangkumu
dekapmu hangat bagai surya
senyumu indah bagai purnama

kini aku tegak terpaksa berdiri
menantang kehendak alam yang tak kunjung terhenti
menapak rimba kota yang keras lagi bengis
dengan segala rapuh lagi keruh

aku kini berburu waktu
menantang kehendak alam
melawan dahaga rasa
menahan gejolak raga

meski dalam teduh 
aku tak akan rapuh
dalam gelap 
aku tetap menatap

kicau hati tak akan terhenti
meski mati menjadi pasti
raga bukan batasan
selagi hati bebas tanpa ikatan

kini kembali untuk teringat
nasihat bapak sebelum aku pergi
hadapi meski penuh duri
tahan meski mampu untuk melawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar